Kacamata Snapchat Spectacle Dijual lewat Mesin Otomatis

Akhir September lalu, Snap selaku perusahaan pemilik aplikasi ephemeral messaging Snapchat, meluncurkan kacamata hitam bernama Spectacles yang dibekali sebiuah kamera sehingga mampu merekam video berdurasi 10 detik.

Belakangan, Snap mulai menjual perangkat tersebut melalui vending machine alias mesin penjual otomatis bernama “Snapbot” yang rencananya akan dibawa berkeliling Amerika Serikat.

Baca: Snapchat Bikin Kacamata Perekam Video

Lokasi perdana kemunculan Snapbot adalah di daerah Venice Beach yang berdekatan dengan markas Snap, hari Kamis kemarin, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari TechSpot, Minggu (13/11/2016).

Mesin-mesin penjual Snapbot hanya akan muncul di satu lokasi selama sehari saja. Lokasi berikutnya akan diumumkan dalam waktu 24 jam sebelum kemunculan di situs Spectacles.com.

Mesin Snapbot sendiri dilabur warna kuning khas Snapchat dan memilliki motion sensor yang akan menyalakan layar berbentuk lingkaran secara otomatis apabila ada pelanggan yang mendekat.

Snap memang sengaja membatasi penjualan kacamata Spectacles hanya lewat vending machine ini saja, tanpa menyediakan opsi untuk membeli secara online.

Walhasil, Spectacles dilaporkan ludes terjual dalam waktu singkat. Beberapa pembelinya kini menjual kembali Spectacles di situs lelang eBay dengan banderol mencapai 760 dollar AS, jauh lebih mahal dari harga resmi sebesar 130 dollar AS.

Spectacles memiliki konsep serupa Google Glass, tapi lebih sederhana. Untuk memakainya, pengguna cukup menyentuh sebuah tombol. Kamera wireless di perangkat pun akan mulai merekam video berdurasi 10 detik.

Video kemudian bisa langsung ditransfer ke aplikasi Snapchat di ponsel lewat koneksi WiFi dan Bluetooth.

“Hacker” China Bobol Google Pixel dalam Semenit

Google Pixel ternyata tak mampu bertahan lama menghadapi tangan-tangan terampil para hacker China. Ponsel terbaru besutan Google itu takluk dalam waktu kurang dari semenit.

Untunglah, para pembobolnya tidak berniat jahat. Mereka adalah kelompok “white-hat” aias “hacker baik” yang hendak mendemonstrasikan celah sekuriti berbahaya di Google Pixel, dalam acara kompetisi hacking 2016 Pwnfest di Seoul, Korea Selatan, Jumat kemarin.

Sebagaimana KompasTekno rangkum dari The Next Web, Minggu (13/11/2016) tim hacker bernama Qihoo 360 itu membobol Pixel dengan cara memanfaatkan kelemahan yang belum diketahui oleh Google (zero-day vulnerability) untuk menyuntik kode exploit berbahaya di Pixel secara remote.

The Register
Qihoo 360 berhasil membobol Google Pixel dalam 60 detik

Setelah memasang kode dalam waktu kurang dari 60 detik, Qihoo 360 berhasil mengambil alih ponsel yang bersangkutan.

Kode tersebut lantas menjalankan aplikasi Google Play Store dan Chrome sebelum menampilkan pesan berbunyi “Pwned by 360 Alpha Team” di layar sebagai tanda bahwa Pixel sudah berhasil diretas.

Informasi selengkapnya mengenai cara hacking smartphone Pixel itu lantas disampaikan ke Google agar celah kemanan yang bersangkutan bisa ditambal.

Atas jasanya menemukan celah keamanan berbahaya tersebut, Qihoo diganjar hadiah uang sebesar 120.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,6 miliar.

Tidak hanya celah keamanan di Google Pixel, Qihoo 360 juga berhasil menemukan berbagai kelemahan lain di peramban Edge pada Windows 10 dan Adobe Flash.

Secara keseluruhan, Qihoo 360 berhasil mengumpulkan uang sebesar 520.000 dollar AS atau sekitar Rp 6,9 miliar dari ajang PwnFest 2016.

“Pembocor Ulung” Ungkap Keberadaan Penerus Galaxy Note 7

Setelah kegagalan Galaxy Note 7 yang terpaksa ditarik kembali dari pasaran karena rawan terbakar, banyak pihak memprediksi bahwa Samsung tak bakal melanjutkan perangkat seri Galaxy Note.

Namun mungkin bukan itu yang bakal dilakukan Samsung.

Kabar yang dirangkum KompasTekno dari GSM Arena, Minggu (13/11/2016) menyebutkan bahwa perangkat Samsung bernomor model SM-N950 sedang dikerjakan oleh Samsung.

“SM-N950” diperkirakan tak lain dan tak bukan adalah seri Galaxy Note berikutnya. Galaxy Note 7 diketahui memiliki nomor model SM-N930.

Informasi tersebut diungkapkan oleh Evan Blass yang dikenal sebagai “pembocor ulung”. Lewat akun Twitter miliknya, @evleaks, Blass kerap kali mengedarkan bocoran akurat mengenai gadget baru yang belum meluncur.

Follow
Evan Blass ✔ @evleaks
Samsung Galaxy S8 models are indeed skipping SM-G94* model numbers, will ship as SM-G950 & SM-G955. Know what else is in the works? SM-N950.
2:15 AM – 10 Nov 2016
137 137 Retweets 365 365 likes

Selain keberadaan seri Galaxy Note berikutnya, Dia turut mengungkap nomor model Galaxy S8.

“Samsung Galaxy S8 memang akan melompati nomor model SM-G94* dan akan dikapalkan sebagai SM-G950 dan SM-G955,” kicau Blass.

Mengingat insiden recall telah cukup merusak reputasi Galaxy Note, belum diketahui apakah Samsung bakal mengganti brand tersebut dengan nama baru atau tidak. Belum ada informasi lain seputar Galaxy Note baru kecuali nomor model di atas.

Akan halnya Galaxy S8, rumor yang beredar sebelumnya menyebutkan perangkat ini bakal dilengkapi teknologi asisten virtual bernama Bixby, berikut deretan spesifikasi kelas atas seperti chip Exynos 8895 atau Snapdragon 830.

Layar iPhone 8 Bakal Melengkung dan Tanpa Bingkai?

Bentuk fisik iPhone relatif tak berubah sejak iPhone 6 yang muncul tiga tahun lalu hingga iPhone 7 terkini. Tahun depan, Apple diprediksi bakal menerapkan desain baru pada iPhone 8.

Tepatnya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari MacRumors, Minggu (13/11/2016), duo iPhone 8 dan iPhone 8 Plus disinyalir akan memiliki layar “tanpa bingkai” (bezel-less) dan melengkung di sisi-sisinya.

Prediksi itu diungkapkan oleh analis Barclays Research Blayne Curtis, Christopher Hemmelgarn, Thomas O’Malley, dan Jerry Zhang.

Ukuran layar dua iPhone masa depan ini diduga akan ikut meningkat. “Layar iPhone 8 menjadi 5 inci (dari sebelumnya 4,7 inci, sementara iPhone 8 Plus menjadi 5,8 inci (dari sebelumnya 5,5 inci),” sebut para analis tersebut dalam nota risetnya, mengutip sumber dari pemasok komponen Apple di Asia.

Disebutkan pula bahwa Apple bakal menggunakan teknologi layar OLED di varian iPhone 8 Plus (dengan layar 5,8 inci), sementara iPhone 8 “reguler” tetap memakai layar LCD.

Dibandingkan layar LCD konvensional, panel display OLED menawarkan tingkat ketajaman dan kecerahan yang lebih tinggi, tapi konsumsi dayanya lebih rendah. Layar OLED iPhone diduga bakal dibuat oleh Samsung dan LG, juga Sharp yang dimiliki oleh Foxconn.

Perkiraan di atas sesuai dengan prediksi Ming-Chi Kuo sebelumnya, sang analis KGI Securities yang dikenal seringkali “meramal” produk Apple dengan akurat.

Apple sendiri telah lama disebut-sebut bakal menerapkan desain bezel-less pada duo iPhone 8 tahun depan. Rancangan “layar tanpa bingkai” ini belakangan dipopulerkan kembali oleh Xiaomi lewat smartphone Mi Mix, setelah sempat muncul di produk Sharp Aquos Crystal.

Facebook Sebut Mark Zuckerberg Sudah Meninggal

Laman Facebook Mark Zuckerberg tampil mengejutkan pada Jumat kemarin. Sang pendiri jejaring sosial itu terkesan sudah meninggal dengan munculnya sebuah banner “Memorial” berjudul “Mengingat Mark Zuckerberg”.

“Kami harap mereka yang mencintai Mark akan merasa lebih nyaman dengan hal-hal yang dibagikan orang untuk mengingat dan merayakan hidupnya,” tuilis pesan dalam banner tersebut, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Guardian, Minggu (13/11/2016).

Ternyata bukan hanya Zuckerberg saja yang dikabarkan sudah meninggal. Sebagian pengguna Facebook turut terkaget-kaget mendapati banner Memorial serupa menggantung di laman masing-masing. Padahal mereka masih hidup.

“Sepertinya Facebook berpikir bahwa saya sudah meninggal,” keluh seorang pengguna Facebook melalui Twitter.

View image on Twitter
View image on Twitter
Follow
Courtney Enlow ✔ @courtenlow
In the meantime though APPARENTLY FACEBOOK THINKS I’M DEAD.
3:39 AM – 12 Nov 2016
8 8 Retweets 27 27 likes
View image on Twitter
View image on Twitter
Follow
Alexia Tsotsis ✔ @alexia
FB talking to me like I’m already dead
3:25 AM – 12 Nov 2016
11 11 Retweets 46 46 likes
Belakangan, pihak jejaring sosial terbesar di dunia itu mengakui bahwa telah terjadi kesalahan sistem yang menyebabkan Facebook salah mengira sebagian pengguna sudah meninggal, lalu memasang banner Memorial di laman para pengguna tersebut.

Tidak disebutkan apa persisnya yang menyebabkan bug tersebut, ataupun berapa banyak pengguna yang terdampak.

“Ini adalah kesalahan besar yang kini sudah diperbaiki. Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya dan bekerja secepat mungkin untuk memperbaiki masalah,” sebut Facebook dalam sebuah pernyataan.

Baca: Algoritma Facebook Bikin Donald Trump Menangi Pemilu AS?

Bagaimana dengan Zuckerberg? Dia diketahui masih segar bugar. Sehari sebelumnya, Zuckerberg sempat menyuarakan bantahan terhadap tudingan bahwa berita palsu di Facebook telah membantu memenangkan Presiden AS terpilih, Donald Trump.

Siapa sangka dia sendiri bakal menjadi korban informasi ngawur di jejaring sosialnya itu?

Video iPhone 7 Dipotong dengan Semburan Air

Apple memang merancang iPhone 7 sebagai ponsel yang anti air dan anti guncangan. Tapi seberapa tahan ponsel tersebut jika yang dihadapkan dengan semburan air bertekanan tinggi?

Tim Waterjet Channel menguji ketahanan iPhone 7 tersebut menggunakan alat penyemprot air bertekanan tinggi. Proses unboxing hingga pengujian tersebut pun diunggahnya ke YouTube.

Pantauan KompasTekno, Senin (14/11/2016), alat yang digunakan oleh tim Waterjet Channel disebut waterjet cutter, atau alat penyembur air dalam tekanan tinggi yang biasa digunakan dalam kegiatan industri.

Waterjet cutter biasanya dipakai memotong benda-benda keras, seperti karet, logam, hingga batu mulia. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir efek panas yang diakibatkan saat proses pemotongan.

Sekadar diketahui, tekanan yang dihasilkan oleh waterjet cutter itu bisa mencapai 60.000 psi. Air yang digunakan tidak selalu air murni. Adakalanya air yang disemburkan waterjet cutter ini dicampur dengan partikel tajam, seperti serbuk kristal.

Menghadapi alat semacam ini, tentu saja iPhone 7 sama sekali tidak berdaya. Ponsel anti-air itu seolah menjadi selunak kue bolu, terpotong dengan mudah. Bahkan, tim Waterjet Channel sempat mengatur agar bentuk potongan bisa serupa logo Apple.

Lebih jelasnya, Anda bisa menyaksikan proses pemotongan iPhone 7 menggunakan air di tautan video berikut ini:

Facebook Khawatir Kontennya Benar Pengaruhi Hasil Pemilu AS

CEO Facebook Mark Zuckerberg telah membantah bahwa algoritma News Feed di media sosialnya turut andil memenangkan Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat (AS). Namun tim internalnya berkata lain, bahkan disebut-sebut langsung menggelar rapat khusus masalah ini.

Sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa tim internal Facebook mulai khawatir dengan cara News Feed Facebookn menyajikan konten.

Sejumlah eksekutif Facebook pun merasakan kekhawatiran yang sama. Mereka memutuskan bahwa tim mesti menyelidiki kemungkinan masalah tersebut dan meredakan kekhawatiran yang merebak di kalangan pegawai.

Baca: Algoritma Facebook Bikin Donald Trump Menangi Pemilu AS?

Informasi yang dirangkum KompasTekno dari New York Times, Senin (14/11/2016), tiga orang sumber yang enggan disebutkan namanya bahkan mengaku melihat para eksekutif langsung mengadakan rapat kecil dengan tim kebijakan perusahaan.

Seperti diketahui, belakangan ini di dunia maya ramai beredar dugaan Facebook berperan dalam memenangkan Trump. Alasannya adalah filter bubble atau cara kerja algoritma untuk menyajikan konten News Feed.

Algoritma News Feed berusaha menemukan artikel yang memiliki interaksi tinggi, dan menyodorkannya, tak peduli apakah kabar itu berita positif atau negatif. Artinya, bila pengguna mengklik artikel tertentu, dan dianggap menyukainya, maka selanjutnya News Feed bakal menampilkan artikel sejenis.

Algoritma ini bekerja tanpa membedakan apakah artikel yang disodorkan itu fakta atau ternyata keliru.

Soal kemungkinan filter bubble ini juga mendapat tanggapan dari associate profesor di University of North Carolina, Zeynep Tufekci. Dia mencontohkannya dengan keramaian yang terjadi pada sebuah artikel hoax atau palsu.

“Ada sebuah cerita fiktif yang mengklaim Paus Fransiskus mendukung Trump. Cerita itu dibagikan lebih dari sejuta kali, dan diprediksi dilihat oleh lebih dari 10 juta orang,” ujar Zeynep.

“Sementara itu artikel yang mengoreksi cerita fiktif itu sama sekali tidak terdengar. (Melihat hal ini) tentu saja Facebook memiliki pengaruh terhadap hasil Pemilihan Umum Presiden AS lalu,” imbuhnya.

Bantahan Mark Zuckerberg

CEO Facebook Mark Zuckerberg sendiri menulis sebuah status panjang sebagai bantahan dari segala tudingan yang beredar. Menurutnya, artikel hoax yang beredar di jejaring sosialnya sangat sedikit. Bahkan terlalu sedikit untuk memberi pengaruh.

“Dari seluruh konten di Facebook, lebih dari 99 persen yang dilihat orang adalah konten yang otentik. Jumlah berita palsu dan hoax justru sangat kecil. Karena itu, sangat tidak mungkin sebuah hoax bisa mengarahkan hasil Pemilihan Umum,” tulis Mark.

“Saya sangat yakin bahwa kita bisa menemukan cara agar komunitas bisa memberitahukan konten mana yang paling bermakna. Tapi saya juga yakin bahwa kita perlu sangat berhati-hati agar diri kita tidak menjadi orang yang memutuskan kebenaran,” imbuhnya.